Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Jawa Tengah resmi dilantik. Pelantikan yang berbarengan dengan acara buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antara pengusaha muda, pemerintah, dan berbagai lembaga yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah.
Acara pelantikan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momen ini diharapkan dapat memperkuat jaringan pengusaha muda serta mendorong pengembangan potensi ekonomi syariah di provinsi tersebut.
Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Tengah, Teddy Agung Tirtayadi, menyatakan dukungan penuh terhadap program-program yang akan dijalankan oleh HIPMI Syariah Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga terkait.
“Diharapkan, HIPMI Syariah dapat terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga terkait, dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah,” ujar Teddy Agung Tirtayadi.
Bendahara Umum HIPMI Jawa Tengah, Rahardika Bagaskara, menilai kehadiran HIPMI Syariah sangat krusial dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di kalangan pengusaha muda. Ia menyoroti pesatnya perkembangan industri halal dan ekonomi syariah saat ini.
Menurutnya, perkembangan tersebut memerlukan wadah yang mampu menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai peluang pasar serta mendorong kolaborasi lintas sektor.
Ketua Panitia acara, Sela Good, menjelaskan bahwa pelantikan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota HIPMI dan meningkatkan semangat kolaborasi di kalangan pengusaha muda.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara HIPMI Syariah, pemerintah, serta berbagai organisasi dalam mendorong perkembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah,” ungkap Sela Good.
Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, jajaran pengurus HIPMI, serta perwakilan dari berbagai organisasi dan lembaga seperti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), asosiasi, dan yayasan yang fokus pada pengembangan ekonomi syariah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendorong HIPMI Syariah untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial maupun pengembangan usaha, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Road map kita di Jawa Tengah, tahun 2025 fokus pada infrastruktur, 2026 swasembada pangan, dan 2027 pariwisata serta ekonomi syariah. Jadi tidak perlu menunggu, sekarang sudah harus mulai dipersiapkan,” kata Ahmad Luthfi.
Ia menambahkan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata ramah muslim dan wisata halal yang mampu menembus pasar internasional.
“Kita punya potensi wisata ramah muslim dan wisata halal. Jangan hanya usaha mikro dan kecil saja yang bergerak, tapi juga menengah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pasar dari negara-negara serumpun yang memiliki potensi belum banyak digarap.
Saat ini, HIPMI Syariah Jawa Tengah memiliki sekitar 50 pengurus dan 500 anggota yang tersebar di berbagai wilayah. Organisasi ini juga menaungi sekitar 350 UMKM.
Selain itu, HIPMI Syariah Jawa Tengah membuka kesempatan bagi pesantren untuk mengembangkan unit usaha mereka melalui akses permodalan koperasi syariah.





